President’s Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR) dimulai pada tahun 2003 di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush. Hingga akhir tahun 2024, program ini telah menyelamatkan lebih dari 25 juta jiwa, mendukung pengobatan bagi 21 juta orang, mencegah penularan HIV/AIDS pada 7,8 juta bayi, mendukung 6,6 juta anak yatim piatu akibat AIDS beserta para pengasuhnya, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi di negara-negara penerima bantuan—semuanya dengan biaya kurang dari 0,08% dari total belanja pemerintah AS pada Tahun Anggaran (TA) 2024. PEPFAR secara luas dianggap sebagai salah satu intervensi kesehatan paling sukses, berdampak besar, dan berbiaya relatif rendah di dunia, serta telah lama mendapat dukungan kuat dari kedua partai politik utama AS (bipartisan). Program ini juga menjadi sumber penting *soft power* AS, dengan membangun niat baik di tingkat akar rumput serta menjalin aliansi jangka panjang terkait isu-isu kesehatan global.

Kemajuan ini kini terancam. Pada tanggal 1 Juli 2025, U.S. Agency for International Development (USAID) secara resmi dibubarkan dan fungsi-fungsi yang tersisa dialihkan ke Departemen Luar Negeri, sehingga mengakhiri lebih dari 60 tahun kiprah bantuan kesehatan global AS (termasuk PEPFAR) yang disalurkan melalui badan pembangunan khusus. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk USAID bagi program kesehatan telah dipindahkan ke Departemen Luar Negeri—namun, tanpa dukungan tenaga kerja pemerintah AS (USG) yang besar, profesional, dan berbasis di lapangan untuk mendukung pengambilan keputusan taktis serta pelaksanaan program, kelangsungan PEPFAR menjadi terancam. Meskipun alokasi dana dari Kongres untuk program HIV/AIDS global hanya turun sekitar 4% (secara nominal) sejak TA 2024, dana yang dialokasikan tersebut tidak tersalurkan ke kegiatan-kegiatan di lapangan. Pada TA 2025, terjadi penurunan belanja sebesar 34% untuk kegiatan terkait HIV akibat berbagai gangguan pendanaan (termasuk pembubaran USAID). Hambatan dalam pencairan dana terus berlanjut pada TA 2026, termasuk kegagalan penyaluran dana kepada CDC untuk kegiatan bantuan di tingkat negara yang biasanya mereka laksanakan menggunakan dana PEPFAR.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *